Bijak Berteknologi

Teknologi itu seperti pedang dan kita—pengguna—adalah pendekarnya. Seorang pendekar mungkin pernah teriris dan tertusuk oleh pedangnya sendiri, tetapi ia belajar untuk tidak terluka lagi. Lebih dari itu, dia berlatih gigih menggunakan pedangnya dengan tidak egois; ia belajar untuk menolong orang lain dan terutama untuk menegakan kebenaran dan keadilan.

Seseorang disebut pendekar bukan karena pedangnya, melainkan karena hatinya; hati yang memperjuangkan nilai-nilai yang mulia. Bahkan tanpa pedang pun ia tetaplah seorang pendekar, yaitu karena hatinya.

Kita mungkin adalah orang-orang yang beruntung bisa mencicipi teknologi. Kita juga mungkin pernah terluka olehnya. Tetapi, kita memiliki kesempatan untuk dapat belajar menggunakannya dengan bijak; menggunakannya untuk kebenaran. Sampai kepada kualitas dimana kita disebut sebagai pahlawan-pahlawan informatika. Bukan karena kecanggihan, tetapi karena hati yang diubahkan oleh-Nya.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s